Kota Tangerang kembali dilanda banjir di sejumlah wilayah setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Genangan air dilaporkan
merendam beberapa permukiman warga serta ruas jalan utama, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.
Banjir yang terjadi bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-33 Kota Tangerang ini menjadi sorotan berbagai pihak, termasuk kalangan aktivis muda.
Salah satunya adalah Bahriel Zamzamy yang menilai bahwa persoalan banjir masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah daerah.
Menurut Bahriel, di usia ke-33 tahun, Kota Tangerang seharusnya sudah memiliki sistem pengelolaan drainase dan penanganan banjir yang lebih matang dan terintegrasi.
Ia menyebut banjir yang masih terjadi setiap musim hujan menunjukkan bahwa penanganan yang dilakukan selama ini belum sepenuhnya efektif.
“Momentum ulang tahun Kota Tangerang ke-33 seharusnya menjadi refleksi bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi kebijakan tata kelola lingkungan, khususnya terkait sistem drainase, normalisasi sungai, serta penataan kawasan yang rawan banjir,” ujar Bahriel dalam keterangannya kepada media.
Ia juga menyoroti pentingnya perencanaan tata kota yang berkelanjutan, termasuk pengawasan terhadap pembangunan yang dinilai berpotensi mempersempit saluran air dan mengurangi daerah resapan.
Menurutnya, pembangunan yang tidak diimbangi dengan perencanaan lingkungan dapat memperparah risiko banjir di masa depan.
Selain itu, Bahriel mengajak pemerintah daerah untuk lebih terbuka dalam melibatkan masyarakat dan berbagai elemen sipil dalam merumuskan solusi penanganan banjir.
Partisipasi publik dinilai penting agar kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Di usia Kota Tangerang yang ke-33 tahun, masyarakat berharap ada langkah konkret dan berkelanjutan untuk mengatasi persoalan banjir.
Jangan sampai setiap musim hujan warga terus menghadapi persoalan yang sama,” tambahnya.
Ia berharap pemerintah dapat menjadikan peristiwa banjir ini sebagai bahan evaluasi serius demi menciptakan Kota Tangerang yang lebih tangguh terhadap bencana dan nyaman bagi masyarakat untuk beraktivitas.


