Padangsidimpuan,SUMUT – Pimpinan Komisariat HIMMAH Arsyad Thalib Lubis bersama Pimpinan Komisariat HIMMAH Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS) yang berada dalam kawasan Cabang HIMMAH Tapanuli Selatan/Padangsidimpuan sukses menggelar kegiatan Tadarus Bersama di Mushallah Alhadi Kampus Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS), Selasa malam.(10/3/2026)
Kegiatan religius tersebut menjadi ruang konsolidasi spiritual sekaligus penguatan ukhuwah di kalangan kader HIMMAH, khususnya di momentum bulan suci Ramadhan yang sarat dengan nilai pembinaan iman dan intelektualitas.
Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah jajaran pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IPTS, di antaranya Bendahara Umum, Menteri Agama, serta Menteri Luar Kampus BEM IPTS yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tadarus tersebut.
Dalam sambutannya, Priando Adesta, selaku Menteri Agama BEM IPTS, menyampaikan salam dari Presiden Mahasiswa IPTS, Syahrial Siregar, yang juga merupakan kader HIMMAH. Ia menjelaskan bahwa Presma IPTS tersebut sejatinya berkeinginan hadir dalam kegiatan tersebut, namun berhalangan karena memiliki agenda pertemuan setelah pelaksanaan shalat tarawih.
“Kami menyampaikan salam hangat dari Presiden Mahasiswa IPTS, Saudara Syahrial Siregar, yang juga bagian dari keluarga besar HIMMAH. Beliau sebenarnya sangat mengapresiasi kegiatan ini, namun berhalangan hadir karena agenda pertemuan yang tidak dapat ditinggalkan setelah shalat tarawih,” ujar Priando.
Sementara itu, sambutan dari perwakilan sahabat-sahabat HIMMAH disampaikan oleh Ahmadi Saleh Hasibuan. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa kegiatan tadarus bersama bukan sekadar rutinitas ibadah Ramadhan, melainkan juga sarana pembinaan ruhani bagi kader-kader mahasiswa agar tetap menjaga keseimbangan antara intelektualitas akademik dan spiritualitas keislaman.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tadarus dilakukan dengan metode pembagian bacaan Al-Qur’an, di mana setiap peserta diberikan tanggung jawab membaca satu hingga dua juz agar dapat diselesaikan pada malam yang sama. Metode tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat target khataman sekaligus menumbuhkan semangat kolektif dalam membaca Al-Qur’an.
Ahmadi juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut direncanakan akan berlanjut dengan agenda khataman Al-Qur’an pada kesempatan berikutnya sebagai bagian dari kesinambungan program keagamaan kader HIMMAH.
Ia turut mengapresiasi antusiasme kader-kader HIMMAH yang tetap meluangkan waktu menghadiri kegiatan tersebut di tengah padatnya aktivitas akademik.
“Di tengah kesibukan menyelesaikan tugas kuliah hingga penyusunan skripsi, sahabat-sahabat HIMMAH masih menunjukkan komitmen spiritual dengan hadir dalam kegiatan tadarus ini. Ini menunjukkan bahwa kader intelektual tidak hanya dibangun melalui diskursus akademik, tetapi juga melalui kedalaman spiritual,” ungkap Ahmadi.
Sebagai penutup, Ahmadi Saleh Hasibuan berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi tradisi intelektual-spiritual di kalangan mahasiswa, khususnya kader HIMMAH, agar lahir generasi muda yang tidak hanya kritis dalam berpikir, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai keislaman.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak berhenti pada momentum Ramadhan semata, tetapi menjadi budaya kaderisasi yang mempertemukan kecerdasan intelektual dengan kedalaman spiritual. Dari sinilah diharapkan lahir generasi pemimpin yang berintegritas, berilmu, dan berakhlak,” pungkasnya.
(A.HRP)


