31 ASN Berebut 6 Kursi Kadinas di Rembang, 10 Camat Ikut ‘Perang Jabatan

Share

REMBANG | AlapalapNews.com – Penutupan seleksi terbuka (lelang jabatan) untuk enam posisi kepala dinas di Kabupaten Rembang pada Selasa (31/3/2026) justru memunculkan polemik baru. Sebanyak 31 ASN tercatat mendaftar, namun dinamika di balik proses ini mulai menuai sorotan publik.

Sorotan tajam muncul setelah diketahui adanya perubahan panitia seleksi (Pansel) dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ke Universitas Sebelas Maret (UNS). Pergantian ini memicu tanda tanya terkait transparansi dan konsistensi proses seleksi, terutama di tengah tingginya minat pejabat internal.

Tak hanya itu, fenomena “perang jabatan” antar camat juga menjadi perhatian. Sebanyak 10 camat aktif ikut bersaing memperebutkan enam kursi strategis. Kondisi ini dinilai sebagian pihak berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan di tingkat kecamatan jika banyak posisi ditinggalkan secara bersamaan.

Di sisi lain, mundurnya satu pendaftar dari luar daerah, yakni pejabat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, juga menambah spekulasi. Penarikan berkas karena tidak lengkap memunculkan pertanyaan, apakah seleksi ini cukup ramah bagi peserta eksternal atau justru lebih menguntungkan “orang dalam”.

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Rembang memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan. Namun publik kini menanti, apakah proses seleksi benar-benar menjunjung prinsip meritokrasi atau sekadar formalitas untuk mengukuhkan kandidat tertentu.

Rapat seleksi administrasi dijadwalkan berlangsung 2 April 2026 di Solo, dengan pengumuman hasil pada 3 April 2026. Transparansi hasil seleksi menjadi ujian utama bagi Pansel untuk meredam keraguan masyarakat.

( Deni s )


Share

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *