Wartawan Diintimidasi Saat Investigasi Pabrik Tahu di Rajeg Tangerang Diduga Gunakan Formalin 

Share

TANGERANG – Saat melakukan penelusuran mendalam terkait laporan masyarakat mengenai sebuah pabrik tahu di wilayah Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, yang diduga kuat menggunakan bahan pengawet berbahaya jenis formalin.

Dugaan ini muncul berdasarkan informasi lapangan yang menyebutkan bahwa adanya sebuah pabrik tahu yang diduga menggunakan formalin dan sehingga tahu tersebut mampu bertahan lama tanpa mengalami pembusukan yang wajar.

Guna keberimbangan berita, tim media mendatangi lokasi pabrik untuk melakukan klarifikasi. Namun, alih-alih mendapatkan penjelasan transparan, tim justru disambut dengan ketegangan.

Seorang pria yang mengaku bernama Junet menemui awak media dengan nada bicara cetus dan menantang. Saat ditanya mengenai standarisasi produksi dan izin penggunaan bahan tambahan pangan, respons yang diberikan justru semakin menguatkan kecurigaan.

“Biasanya media tidak ada yang menanyakan (hal mendetail) seperti ini. Biasanya media dan LSM saya kasih uang bensin langsung pergi,” ujar Junet dengan nada sinis di hadapan tim investigasi.

Pernyataan Junet terkait “uang bensin” dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalis sekaligus indikasi adanya sesuatu yang ditutupi. Upaya untuk membungkam awak media dengan materi ini dinilai tim investigasi sebagai langkah defensif yang janggal.

Jika pabrik tersebut beroperasi sesuai prosedur kesehatan dan regulasi yang berlaku, tidak seharusnya ada upaya untuk “mengusir” awak media dengan iming-iming uang.

Jika benar hal itu terjadi, penggunaan formalin sebagai pengawet makanan sangat disayangkan dan merupakan pelanggaran berat terhadap UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Dampak kesehatan dari mengonsumsi pangan berformalin sangat fatal bagi tubuh manusia dalam jangka panjang.

(Ricard)


Share

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *