KABUPATEN TANGERANG –– Warga pengguna Jalan Raya Kali Cirarab, Kabupaten Tangerang, dibuat resah setelah kabel Penerangan Jalan Umum (PJU) yang sebelumnya baru terpasang kini terlihat putus dan diduga hilang.
Kondisi tersebut menimbulkan dugaan adanya aksi pencurian kabel PJU. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang yang memastikan penyebab hilangnya kabel tersebut.
Menurut informasi dari warga sekitar, kabel PJU tersebut diperkirakan baru dipasang sekitar satu bulan lalu oleh pihak terkait. Kehadiran penerangan tersebut sebelumnya disambut positif karena membuat kondisi jalan kembali terang, khususnya pada malam hari.
Namun, belum lama menikmati penerangan, warga kembali mendapati kabel PJU dalam kondisi terputus dan tidak lagi berfungsi.
“Kalau memang benar kabel itu dicuri, tega sekali. Padahal keberadaan lampu PJU sangat penting untuk penerangan jalan dan keamanan warga yang melintas pada malam hari,” ungkap seorang warga kepada awak media.
Hilangnya kabel tersebut membuat warga mempertanyakan sistem pengamanan dan pengawasan terhadap fasilitas penerangan jalan yang menggunakan anggaran pemerintah.
Warga berharap pihak terkait segera turun ke lapangan untuk memastikan penyebab kabel PJU tersebut putus dan hilang, sekaligus melakukan perbaikan agar penerangan jalan dapat kembali berfungsi.
Selain itu, apabila nantinya hasil pemeriksaan menunjukkan adanya unsur pencurian, warga meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan dan menindak tegas pihak yang bertanggung jawab.
Menanggapi persoalan tersebut, Bob Fallah, C.BJ, C.PA, turut menyayangkan kondisi fasilitas PJU yang diduga kembali menjadi sasaran pencurian.
Menurutnya, kabel PJU merupakan bagian penting dari sistem penerangan jalan sehingga keberadaannya tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga mendukung keselamatan dan keamanan masyarakat.
“Kalau memang berdasarkan hasil pemeriksaan kabel tersebut diduga dicuri, tentu harus ada langkah penanganan yang tepat. Pemerintah dan pihak terkait perlu mengevaluasi sistem pengamanannya agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujar Bob Fallah.
Ia juga menyarankan agar pengawasan terhadap fasilitas PJU ditingkatkan, termasuk melalui patroli rutin maupun penggunaan kamera pengawas pada lokasi yang dianggap rawan.
“Bisa dilakukan pengawasan secara berkala, patroli di titik-titik rawan, atau memasang kamera pengawas jika memang diperlukan. Jangan sampai fasilitas yang baru dipasang kemudian hilang lagi dan masyarakat kembali dirugikan,” jelasnya.
Warga berharap pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang atau instansi yang bertanggung jawab atas fasilitas PJU segera melakukan pengecekan terhadap kondisi di lapangan.
Selain memastikan penyebab hilangnya kabel, warga juga meminta agar penerangan jalan segera dipulihkan sehingga tidak menimbulkan titik gelap yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Di sisi lain, apabila terdapat dugaan tindak pidana pencurian, masyarakat berharap aparat kepolisian dapat melakukan penyelidikan berdasarkan bukti dan informasi yang ditemukan di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Dishub maupun kepolisian mengenai penyebab putus dan hilangnya kabel PJU tersebut.
Redaksi akan terus melakukan penelusuran dan membuka ruang hak jawab serta klarifikasi bagi pihak-pihak terkait.
(Red)


