KABUPATEN TANGERANG — Aksi Kepala Desa (Kades) Gintung, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Amsuri, yang membantu proses pemakaman jenazah seorang warga pendatang, menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.
Tindakan tersebut menuai apresiasi dari warganet lantaran Amsuri disebut turut membantu keluarga yang mengalami kebingungan untuk memakamkan jenazah anaknya. Pasalnya, keluarga tersebut dikabarkan tidak memiliki sanak saudara di wilayah Desa Gintung.
Berdasarkan keterangan akun @Karsih selaku pengunggah video, keluarga jenazah sempat kebingungan menentukan lokasi pemakaman karena tidak memiliki kerabat di desa tersebut.
“Anaknya orang rantauan tapi tinggalnya di Desa Gintung, jadi bingung mau dimakamkan di mana karena enggak ada sanak saudara. Katanya sih suaminya enggak ada,” terang akun @Karsih, sebagaimana dikutip pada Sabtu (24/10/2026).
Aksi kemanusiaan tersebut kemudian mendapat beragam tanggapan positif dari pengguna media sosial. Sejumlah warganet menilai tindakan Amsuri mencerminkan kepedulian seorang pemimpin terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah, tanpa membedakan status kependudukan.
Salah satu komentar datang dari akun @Bang Rohe.478 yang mengaku mengenal Amsuri sejak sebelum menjabat sebagai kepala desa. Menurutnya, Amsuri telah terbiasa membantu masyarakat yang mengalami kesulitan, bahkan sebelum menduduki jabatan publik.
“Saya kenal dengan beliau, sebelum jadi kades pun beliau sudah selalu menolong yang susah. Apalagi background beliau S.H., masyarakat banyak terbantu,” tulis akun tersebut di kolom komentar.
Ia juga menyampaikan bahwa ketika menjalani profesi sebagai advokat, Amsuri disebut tidak menjadikan besaran imbalan sebagai pertimbangan utama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
“Beliau tidak melihat nominal, namun menjadi advokat adalah pilihan beliau agar bisa membantu yang susah. Saya menjadi saksi, Lurah Amsuri beliau orang baik,” lanjutnya.
Apresiasi serupa disampaikan akun @G_N11. Ia menilai tindakan Amsuri patut menjadi teladan bagi para pemimpin di tingkat desa, terutama dalam menunjukkan kepedulian terhadap sesama yang sedang menghadapi kesulitan.
“Ini sosok kepala desa yang patut dicontoh, padahal bukan warganya tetapi Pak Lurah ini ikhlas membantunya. Sehat-sehat Pak Lurah,” tulis akun tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar dalam unggahan media sosial tersebut, jenazah warga pendatang itu akhirnya dimakamkan di tanah wakaf Desa Gintung, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tidak semestinya dibatasi oleh status kependudukan maupun hubungan kekerabatan. Dalam situasi duka, uluran tangan dan kepedulian sesama dapat memberikan bantuan berarti bagi keluarga yang sedang menghadapi kehilangan.
Aksi Amsuri pun menjadi sorotan warganet dan mendapat apresiasi sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan di tengah masyarakat.
(Redaksi)

