Alapalapnews.com, Lumajang – Upaya pencegahan pekerja anak kembali menjadi perhatian utama dalam kegiatan One Fun Day – Stop Child Labour yang digelar di wisata Kali Tape, Desa Sememu, Kecamatan Pasirian, Minggu (23/11/2025). Dalam acara tersebut, perwakilan Dinas Sosial Lumajang, Reni, yang membidangi Perlindungan Anak dan Perempuan, menyampaikan pesan penting mengenai tanggung jawab bersama dalam menjaga hak-hak dasar anak.
Reni menegaskan bahwa perlindungan anak tidak dapat diserahkan hanya kepada pemerintah. Keluarga, masyarakat, dunia usaha, hingga lembaga pendidikan, menurutnya, memiliki kewajiban yang sama dalam memastikan anak tumbuh tanpa ancaman kekerasan ataupun eksploitasi.
“Anak adalah generasi penerus. Kita semua harus memastikan mereka terbebas dari risiko eksploitasi dan kekerasan yang dapat merusak masa depan mereka. Gerakan Stop Child Labour ini adalah bukti komitmen kita bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak di Lumajang,” jelasnya.
Dalam paparannya, Reni mengungkapkan bahwa meskipun upaya perlindungan anak terus meningkat, kasus pekerja anak masih ditemukan di sejumlah sektor, terutama pertanian. Untuk itu, Dinas Sosial terus mendorong koordinasi lintas lembaga agar setiap kasus dapat ditangani lebih cepat dan tepat.
“Kita ingin memastikan tidak ada anak bekerja di sektor berbahaya. Kalaupun anak membantu orang tua, tetap ada batas usia dan durasi yang harus dipatuhi. Aturannya sudah jelas,” tegasnya
Reni juga memberikan apresiasi kepada PT AOI, CV Sang Krisna, Pemerintah Desa Sememu, serta para relawan yang menginisiasi kegiatan edukatif tersebut. Menurutnya, kegiatan One Fun Day menjadi sarana efektif dalam menyebarkan edukasi mengenai pentingnya menghentikan pekerja anak dan menjaga hak-hak mereka.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi gerakan nyata yang terus hidup di tengah masyarakat. Anak harus berada di lingkungan belajar yang mendukung, bukan pada tempat yang membahayakan kesehatan atau keselamatan mereka,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Reni menegaskan bahwa Dinsos Lumajang selalu siap memberikan pendampingan terhadap anak-anak yang berisiko maupun menjadi korban eksploitasi, termasuk pekerja anak.
“Laporkan kepada kami atau melalui relawan apabila menemukan kasus terkait anak. Setiap laporan akan kami tindaklanjuti dengan serius. Perlindungan anak adalah mandat yang tidak bisa ditawar,” tuturnya.
Acara One Fun Day turut dihadiri oleh perwakilan PT AOI, Disnaker, Camat Pasirian, Kepala Desa Sememu, pekerja tembakau, dan Forum Anak Desa Sememu. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa pembangunan daerah tidak sekadar berfokus pada infrastruktur, tetapi juga memastikan generasi muda mendapatkan perlindungan dan haknya secara optimal.
(Khamisi)


