Padangsidimpuan, AlapAlapnews.com – Sebuah Artikel:
Oleh: Ali Asman Harahap Simatoktong
Gelar Baginda Soalo’on Putra Asli Desa Simaninggir
Kecamatan Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan.
Hutan gundul, tanah kering, dan banjir bandang. Tiga kata yang sering kita dengar dan lihat di media massa, namun apakah kita pernah berhenti sejenak untuk memikirkan, apa sebenarnya yang menyebabkan hal ini terjadi?
Saya, Ali Asman Harahap, seorang putra asli Desa simaninggir kecamatan Marancar, kabupaten Tapanuli selatan ,Sumatera Utara, merasa terpanggil untuk berbicara9 tentang isu ini. Saya telah melihat sendiri bagaimana hutan yang dulunya lebat dan hijau, kini telah berubah menjadi lahan kosong dan tandus. Saya telah melihat sendiri bagaimana sungai-sungai yang dulunya jernih dan bersih, kini telah berubah menjadi tempat pembuangan sampah dan limbah.
Banjir bandang yang melanda beberapa daerah di Sumatera Utara beberapa waktu lalu, bukanlah sekadar musibah alam. Banjir bandang adalah cermin hubungan rusak antara manusia dengan alam. Manusia telah lama mengabaikan dan merusak alam, sehingga alam pun membalas dengan bencana yang dahsyat.
Deforestasi, pertambangan, dan pembangunan yang tidak terkendali adalah beberapa contoh bagaimana manusia telah merusak alam. Hutan yang dulunya menjadi paru-paru dunia, kini telah berubah menjadi lahan kosong dan tandus. Sungai-sungai yang dulunya menjadi sumber kehidupan, kini telah berubah menjadi tempat pembuangan sampah dan limbah.
Tapi, siapa yang bertanggung jawab atas hal ini? Apakah pemerintah, pengusaha, atau masyarakat? Jawabannya adalah kita semua. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melindungi alam.
Saya ingin bertanya kepada si penebang kayu, apa yang kamu rasakan ketika kamu menebang pohon yang telah berusia puluhan tahun? Apakah kamu tidak merasa bahwa kamu telah merusak rumah bagi banyak makhluk hidup? Apakah kamu tidak merasa bahwa kamu telah mempercepat proses perubahan iklim?
Saya ingin bertanya kepada si pengusaha, apa yang kamu rasakan ketika kamu melihat hutan yang telah gundul dan tanah yang telah kering? Apakah kamu tidak merasa bahwa kamu telah merusak sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui? Apakah kamu tidak merasa bahwa kamu telah mengancam kehidupan masyarakat sekitar?
Saya ingin bertanya kepada masyarakat, apa yang kamu rasakan ketika kamu melihat banjir bandang yang melanda daerahmu? Apakah kamu tidak merasa bahwa kamu telah diabaikan oleh pemerintah dan pengusaha? Apakah kamu tidak merasa bahwa kamu telah menjadi korban dari kerusakan alam?
Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melindungi alam. Kita semua harus mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang. Kita harus mulai mengurangi penebangan kayu dihutan, mulai penghijauan kembali yang bisa mempercepat terjaganya hutan alam, dan menjaga kebersihan lingkungan terutama di sektor sungai agar bisa menjadi lingkungan yang Asri,nyaman,bersih.
Kita harus mulai berpikir bahwa alam bukanlah sumber daya yang tidak terbatas, tapi sebagai rumah kita yang harus kita jaga dan lindungi. Kita harus mulai berpikir bahwa kita bukanlah penguasa alam, tapi sebagai bagian dari ekosistem yang kompleks.
Banjir bandang bukanlah sekadar musibah, tapi cermin hubungan rusak antara manusia dengan alam. Mari kita perbaiki hubungan kita dengan alam, sebelum terlambat. Mari kita jadikan Sumatera Utara sebagai contoh bagaimana manusia dapat hidup harmonis dengan alam.
Saya, Ali Asman Harahap, berjanji untuk terus berjuang dalam menjaga dan melindungi alam. Saya berharap, kita semua dapat bergabung dalam perjuangan ini. Mari kita jaga dan lindungi alam, sebelum terlambat!
(Red)


