Tangerang – Rencana pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah permukiman. Kecamatan Cipondoh, Tangerang, mendapat perhatian warga. Lokasinya yang berada di gang sempit dinilai tidak representatif untuk kegiatan distribusi makanan skala besar, mengingat akses kendaraan roda empat terbatas hingga titik lokasi. (Rabu 01/04/26)
Berdasarkan hasil analisis di lapangan, akses menuju lokasi hanya memiliki lebar sekitar dua hingga dua setengah meter. (2 – 2,5 m. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kendala logistik, terutama saat proses bongkar muat bahan makanan dan distribusi ke penerima manfaat. Selain itu, keterbatasan ruang parkir di sekitar lokasi dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas warga padat penduduk setempat.
Yang menjadi perhatian, Diduga belum punya PBG. Rencana pembangunan tersebut dilaksanakan sebelumnya tanpa sosialisasi kepada lingkungan sekitar. Ketua RT Poris Plawad Utara, (Selasa, 31/03/2026). mengaku diduga belum mengetahui atau sosialisasi adanya rencana pembangunan dapur MBG, “ujarnya.
Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait prosedur sebelum pelaksanaan pembangunan.
Namun demikian, terdapat keterangan lain dari pihak yang berada selaku pelaksana pembangunan Kasidin.
Menurut keterangan di lokasi menyebutkan ‘bahwa kegiatan pembangunan ini memang benar diperuntukkan sebagai dapur MBG dan proses pembangunan telah berjalan sekitar satu bulan, selama pelaksanaan berlangsung, situasi lingkungan terpantau aman dan tidak menimbulkan gangguan berarti. “Ujarnya
“Terkait administrasi maupun ijin PBG dan sosialisasi, faktanya selama ini pelaksanaan juga aman-aman saja, terkait tentang izin saya kurang paham, yang saya tahu gedung MBG ini, izin usaha milik kakak dari salah satu Anggota Dewan kota Tangerang bapak Turidi S, “tambahnya
Pernyataan tersebut memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Menilai perlu adanya klarifikasi resmi dari pihak Pemerintah terkait untuk memastikan kelengkapan administrasi, proses sosialisasi, serta kelayakan lokasi. Pasalnya transparansi dinilai penting agar tidak menimbulkan dampak Perdebatan antar warga dan Polemik sosial masyarakat.
Warga berharap pihak terkait usaha dapat memberikan penjelasan terbuka kepada lingkungan sekitar serta memastikan seluruh prosedur perizinan telah dipenuhi, sehingga keberadaan dapur MBG dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan dampak terhadap aktivitas masyarakat, dikemudian hari
(Red)


