DPRD Pasbar terbukti Mampu Menjadi Penyambung lidah Masyarakat: CRS Perusahaan Segera dirampungka

Share

Alap Alap News.Com — Pasaman Barat, 17 Januari 2026. Kedatangan Gerakan Muda Pasbar Oktober 2025 lalu untuk mencari solusi terhadap defisit anggaran Pasaman Barat yang dianggap menjadi salah satu penghambat bagi kesejahteraan masyarakat akhirnya mulai menemukan titik temu.
Dalam pertemuan yang diadakan oleh Gerakan Muda Pasbar dan DPRD Kabupaten, pihak Gempar menawarkan solusi agar membentuk Forum CSR di Pasaman Barat. Forum CSR yang dimaksud diharapkan dapat berjalan aktif sesuai dengan regulasi UU dan Perda yang ada sebelumnya, dan mampu menjadi perantara bagi perusahaan di Pasaman Barat, Pemerintah daerah, dan masyarakat terdampak. Meskipun dalam hal ini, CSR tidak dapat secara total berdampak bagi peningkatan PAD, pihak Gempar memandang bahwa CSR ini dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat seperti; peningkatan fasilitas kesehatan, pendidikan, kepemudaan, sosial, dan lingkungan.
Beberapa bulan setelah diadakannya pertemuan tersebut, bertepatan pada Jumat Malam (16/01/26) ketua DPRD Kabupaten Pasaman Barat memberi kabar bahwa pada tanggal 30 Januari nanti DPRD bersama OPD terkait akan mengadakan pembahasan serius mengenai tindak lanjut dari aspirasi Gerakan Muda Pasbar Oktober lalu.
“Awalnya kami mengira semua perjuangan yang kami lakukan akan sia-sia begitu saja, sebab beberapa bulan dari belakangan kami tidak pernah menerima kabar terkait keberlanjutannya. Sebelumnya kami juga sudah meminta keterangan keberlanjutan pembahasan CSR ini kepada ketua dan wakil ketua dewan kita, tapi kami tidak mendapatkan jawaban pasti. Namun Alhamdulillah baru saja saya bincang dengan bapak ketua dewan, beliau menyampaikan bahwa akhir bulan ini akan ada rapat yang membahas khusus persoalan CSR perusahaan yang ada di Pasaman Barat” ungkap Basit selaku ketua Gerakan Muda Pasbar.
Lebih lanjut, Bung Basit juga meng-apresiasi kinerja DPRD Kabupaten Pasaman Barat terkait pembahasan aspirasi mereka, dan berharap hal tersebut akan dieksekusi secepat mungkin agar masyarakat segera mendapatkan dampak baik dari perusahaan dan tidak terkesan hanya mendapatkan sampah, abu, asap, dan limbah.

“Tentunya, sebagai putra daerah kami sangat meng-apresiasi kinerja abang-abang dan kakak-kakak kami DPRD yang benar-benar memikirkan nasib Masyarakat Pasaman Barat. Sebagai pemuda, kami bersedia meng-hibahkan tenaga dan pikiran kami jika dibutuhkan untuk pembangunan kesejahteraan masyarakat kedepannya. Ini bukti sinergitas pemerintah dan masyarakat itu sangat dibutuhkan, agar pihak-pihak yang selama ini menganggap masyarakat kita bodoh itu tidak lagi semena-mena, dan dari sudut pandang kamu sebanyak perusahaan yang ada di Pasaman Barat ini semestinya sudah wajar jika pendidikan, kesehatan, kepemudaan, sosial, dan lingkungannya merasakan dampak baik dari keberadaan perusahaan. Sebab, regulasinya sudah ada, baik dalam UU maupun Perda yang dibentuk, harus ditunaikan sebagai mestinya.” Jelas Basit.

(TIM).


Share

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *