Pati, AlapalapNews.com – Jaringan Tani Muhammadiyah (Jatam) Pati menggelar konsolidasi triwulanan pada Sabtu, 22 November 2025, di kediaman salah satu pengurus, Dawam, di wilayah Kecamatan Cluwak. Pertemuan yang berlangsung hangat dan produktif ini dihadiri sekitar 15 peserta, terdiri dari pengurus harian, anggota, serta Dewan Syuro Jatam.
Agenda konsolidasi rutin tersebut menjadi ruang bagi para anggota untuk mengevaluasi program, menyusun strategi, dan memperkuat arah pengembangan usaha tani serta peternakan di lingkungan Jatam. Sejumlah pokok pembahasan muncul dalam forum, termasuk kebutuhan inovasi pada sektor peternakan agar lebih menguntungkan dan kompetitif.
Salah satu kesepakatan penting dalam pertemuan tersebut adalah rencana pengembangan unit peternakan yang memiliki nilai tambah tinggi bagi anggota. Para peserta menilai, sektor peternakan memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara serius, terutama komoditas yang mampu memberikan margin usaha lebih stabil.
Selain itu, Jatam Pati juga memutuskan untuk mengadakan studi banding ke lokasi budidaya kambing perah Saphera di Gemolong, Sragen. Kambing jenis ini dikenal memiliki produktivitas tinggi, dengan kemampuan menghasilkan susu hingga empat liter per ekor setiap hari. Studi banding tersebut diharapkan dapat membuka wawasan anggota terkait manajemen ternak unggul, potensi usaha susu kambing, serta strategi pengolahan produk turunan.
Ketua Jatam Pati, Budiono, menyampaikan apresiasi atas antusiasme para peserta dalam menjaga kekompakan organisasi. Menurutnya, konsolidasi rutin tidak hanya menjaga komunikasi antarpengurus, tetapi juga menjadi ruang penting untuk merumuskan arah gerak Jatam secara berkelanjutan.
“Soliditas organisasi itu penting. Melalui pertemuan rutin seperti ini, kita bisa memastikan bahwa visi dan langkah Jatam tetap sejalan, sekaligus mencari peluang-peluang baru yang bermanfaat bagi anggota,” ujar Budiono.
Ia menambahkan bahwa Jatam Pati berkomitmen terus mendorong inovasi usaha, baik di bidang pertanian maupun peternakan, agar mampu meningkatkan kesejahteraan para anggotanya.
Dengan adanya rencana studi banding dan penguatan sektor peternakan, Jatam Pati berharap dapat melahirkan model usaha baru yang lebih menjanjikan sekaligus berdaya saing tinggi, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat tani di Kabupaten Pati.
( Deny )


