Alapalapnews.com, Yogyakarta – Dalam upaya memperkuat gerakan kemasjidan yang berjiwa pelayanan dan kebermanfaatan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kota Sumenep melaksanakan kegiatan Sharing Kemasjidan ke Masjid Jogokariyan Yogyakarta , masjid percontohan nasional yang telah menginspirasi banyak pengelolaan masjid di Indonesia.

Rombongan PCM Kota Sumenep yang dipimpin langsung oleh Ketua PCM Kota Sumenep Bapak Mardi Kusdani bersama perwakilan dari berbagai masjid di lingkungan Muhammadiyah Kota Sumenep, dan juga ada perwakilan dari PCM Pasongsongan dan PCM Kepulauan Masalembu kabupaten Sumenep, diterima hangat oleh Ust. Haedar dari Tim Manajemen Masjid Jogokariyan.
Kegiatan dimulai sejak subuh, Sholat subuhnya full ramai, seperti sholat Jum’atan Dan dilanjutkan dengan kuliah subuh dan dilanjutkan sharing dan diskusi inspiratif tentang manajemen kemasjidan.
Dalam sesi tersebut, Ust. Haedar menegaskan bahwa pengurus masjid bukanlah pengurus bangunan, tetapi pelayan jamaah. Masjid yang sejati adalah masjid yang makmur, di mana jamaahnya banyak, kegiatan hidup, dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas.
Lima Fungsi Masjid yang Dihidupkan di Jogokariyan
1. Baitullah – Rumah Allah yang buka 24 jam melayani jamaah.
2. Baitul Maal – Pusat pengelolaan dan penyaluran dana umat.
3. Baitut Tarbiyah – Pusat pendidikan dan pembinaan generasi.
4. Baitud Dakwah– Pusat dakwah dan penggerak nilai-nilai Islam.
5. Baitul Muamalah – Pusat kegiatan sosial dan ekonomi umat.
Mindset Baru : Dari Mengurus Fisik ke Mengurus Jamaah
Dalam dialog hangat itu juga dibahas pentingnya mengubah pola pikir pengurus masjid :
* Pengurus masjid adalah pegawai Allah , bukan penguasa masjid.
* Tugas utamanya melayani jamaah bukan hanya mengelola fisik bangunan.
* Jamaah adalah tamu Allah yang harus disambut dengan penuh hormat.
* Dana masjid adalah amanah umat, harus dikelola transparan dan untuk kemaslahatan bersama.
Ketua PCM Kota Sumenep – Mardi Kusdani menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kesempatan berharga tersebut.
Kami belajar langsung dari sumber inspirasi kemasjidan nasional. Dari Jogokariyan kami ingin menyalakan semangat baru: menghidupkan masjid, memakmurkan jamaah, dan menjadikan masjid pusat kegiatan umat, ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PCM Kota Sumenep berharap semangat kemasjidan yang tumbuh dari Jogokariyan dapat menjadi model pengelolaan masjid Muhammadiyah yang aktif, melayani, dan memberdayakan umat di Kota Sumenep, intinya, AMATI, TIRU dan Modifikasi (ATM) program yang ada di Jogokariyan
(Adi)


