SEMARANG | AlapalapNews.com – Pemerintah Kabupaten Jepara optimistis dapat kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada tahun 2026. Keyakinan itu menguat setelah penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 unaudited kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan bahwa penyerahan LKPD merupakan kewajiban konstitusional pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
“Hari ini kami menyerahkan LKPD kepada BPK sebagai bentuk tanggung jawab dan kewajiban kepala daerah sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya usai penyerahan di Kantor BPK Perwakilan Jawa Tengah, Semarang, Senin (30/3/2026).
Bupati yang akrab disapa Mas Wiwit itu menegaskan optimisme Jepara untuk kembali mempertahankan opini WTP. Ia menyebut, pengelolaan keuangan daerah telah dijalankan sesuai regulasi serta mengacu pada rekomendasi hasil audit sebelumnya.
“Insyaallah kita mampu mempertahankan WTP kembali,” tegasnya.
Jika kembali diraih, capaian tersebut akan menjadi opini WTP ke-16 secara berturut-turut bagi Kabupaten Jepara, melanjutkan rekor 15 kali berturut-turut pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jepara, Hasannudin Hermawan, menjelaskan bahwa setelah penyerahan LKPD, BPK akan melanjutkan proses audit secara menyeluruh.
Ia memastikan seluruh perangkat daerah telah siap menghadapi pemeriksaan, termasuk menyiapkan dokumen kegiatan selama tahun anggaran 2025.
“Mulai 2 April nanti perangkat daerah akan menyiapkan dokumen untuk diperiksa. Kami juga menyiapkan personel pendamping di setiap OPD guna memastikan kelancaran proses audit,” jelasnya.
Sebelumnya, BPK juga telah melakukan pemeriksaan pendahuluan selama bulan Ramadan, yang hasilnya telah disampaikan sebagai bahan perbaikan bagi perangkat daerah.
Hasan menambahkan, hasil audit diperkirakan akan diumumkan pada Mei 2026, setelah seluruh tahapan pemeriksaan selesai dilakukan.
“Seluruh perangkat daerah siap mendukung dan menyediakan data yang dibutuhkan agar proses audit berjalan lancar,” pungkasnya.
( Deni )


