Tapanuli Selatan, Alapalapnews.com –
Pasca terjadinya tanah bergerak di Desa Tadihat pada bulan lalu, masyarakat desa tersebut kini memiliki harapan baru dengan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) yang sedang berlangsung. Para rekanan, kontraktor, dan instansi terkait optimistis dapat menyelesaikan pembangunan Huntara bagi korban bencana Tanah bergerak Desa Tandihat wilayah Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, tepat waktu, bahkan sebelum Ramadan.
Angga Harahap, salah satu rekanan pengerjaan Huntara, mengatakan kepada wartawan pada Rabu (21/1/2026) bahwa proses penyelesaian ini berjalan lancar sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto. “Sebanyak 200 unit Huntara dibangun di Kelurahan Simarpinggan, dan saat ini telah mencapai 95% kurang Lebih dan sedang dalam tahap penyelesaian,” ungkap Angga.
Pembangunan Huntara ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat terdampak bencana. Dengan progres pengerjaan yang signifikan dan pola kerja cepat, diharapkan Huntara dapat selesai sebelum Ramadan.
“Proses penyelesaian ini berjalan lancar, dan kami optimistis dapat menyelesaikannya tepat waktu,” tambah Angga.
Huntara di Tapanuli Selatan dibangun dengan menggunakan sistem modular, yang memungkinkan proses konstruksi lebih cepat dan efisien. Fasilitas yang disediakan juga memadai, termasuk toilet komunal, jaringan air bersih, dan sanitasi.
Dengan adanya Huntara, masyarakat terdampak bencana dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan aman. Ini merupakan langkah penting dalam proses pemulihan pasca bencana.
Pemerintah terus memantau progres pembangunan Huntara dan memastikan bahwa proses ini berjalan sesuai rencana. “Kami akan terus bekerja keras untuk menyelesaikan Huntara ini sebelum Ramadan,” kata Angga.
Pembangunan Huntara ini juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat, melalui keterlibatan tenaga kerja lokal.
Dengan kerja sama dan koordinasi yang baik, diharapkan Huntara dapat menjadi solusi jangka pendek yang efektif bagi masyarakat terdampak bencana di Tapanuli Selatan.
(A.Hrp)


