JAKARTA, Alapalapnews.com— Momen bersejarah terjadi di Istana Negara. Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan uang hasil kejahatan korupsi ekspor Crude Palm Oil (CPO) senilai lebih dari Rp13 triliun kepada negara.
Prosesi simbolis itu dilakukan oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang menyerahkan dokumen resmi kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai tanda pengembalian aset sitaan. Di belakang mereka, tampak tumpukan uang triliunan rupiah — pemandangan langka yang menjadi sorotan publik.

Presiden Prabowo berdiri di tengah para pejabat tinggi negara, termasuk Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Menkeu Purbaya. Ia menyambut prosesi itu dengan senyum dan tepuk tangan saat penyerahan dinyatakan selesai.
Sebelum prosesi resmi dimulai, Prabowo sempat meninjau tumpukan uang sitaan dan berbincang singkat dengan pejabat terkait. Momen tersebut dianggap sebagai bukti komitmen pemerintah dalam mengambil kembali aset hasil kejahatan yang merugikan negara.
Berdasarkan keterangan resmi Kejaksaan Agung Republik Indonesia, total dana yang diserahkan mencapai Rp13.255.244.538.149. Nilai tersebut disebut sebagai salah satu pemulihan kerugian negara terbesar dalam penegakan hukum di Indonesia.
Publik berharap langkah serupa dapat terus dilakukan agar pemberantasan korupsi memberi efek jera nyata dan setiap rupiah hasil kejahatan kembali untuk kesejahteraan rakyat.
(Red)


