Alapalapnews.com, Lampung Timur – Proyek Rabat Beton di Jalan Jahe, Kampung Banjarrejo, Kecamatan Batanghari, Lampung Timur, diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Hal ini diperkuat dengan data yang diperoleh di lapangan, proyek rabat beton yang merupakan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur, yaitu Perbaikan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum di Perumahan Untuk Menunjang Fungsi Hunian, diduga mengurangi volume standar spesifikasi.
Rabat Beton yang seharusnya memiliki tebal 15 cm, ternyata hanya memiliki tebal 7-10 cm saja. Panjang rabat beton 712,3 meter, lebar 3 meter, dengan anggaran sebesar Rp89 juta. Saat awak media melakukan survei di lapangan, ditemui Mamat, salah satu tukang sekaligus diduga Ketua Pokmas, yang menuturkan bahwa dia hanya bekerja dan tidak tahu prihal proyek tersebut.
“Saya hanya bekerja, saya tidak tahu mas, ya setahu saya 15 cm ketebalannya,” kata Mamat.
Saat dipertanyakan siapa penanggungjawab proyek tersebut, Mamat menjawab, “Tanya Pak Lurah saja, saya gak bisa menerangkan, tanya saja Pak Bambang.”
Mamat juga menambahkan, “Yang belanja ini belanja besar daerah, saya cuma bekerja saja.”
Proyek yang menggunakan anggaran negara ini, disinyalir tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang ada. Proyek yang seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat, malah justru tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
(Taufik dan Team)


