Sorotan untuk Program MBG di Blora: Pengelolaan Limbah Dapur Dinilai Belum Siap

Share

Blora | AlapalapNews.com – Polemik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora kembali memunculkan fakta baru. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jepon 1 Seso mengungkapkan bahwa masih banyak dapur penyedia program MBG di wilayah tersebut yang belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Hal itu disampaikan oleh Lyna, salah satu pegawai SPPG Jepon 1 Seso, saat menanggapi sorotan publik terkait dugaan menu yang dianggap tidak sesuai standar yang sebelumnya diberikan kepada siswa.

“Banyak dapur yang malah belum ada IPAL, mas. Mas coba dicek,” ungkap Lyna melalui pesan singkat kepada tim Awak Media, Kamis (5/3/2026).

Pernyataan tersebut muncul setelah menu yang disajikan oleh dapur SPPG Jepon 1 Seso beberapa hari terakhir menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah pihak mempertanyakan standar penyajian makanan dalam program MBG yang seharusnya mengedepankan kualitas gizi sekaligus aspek higienitas.

Di tengah polemik tersebut, pihak pengelola dapur juga menyinggung pemberitaan yang dinilai terlalu fokus menyoroti satu dapur tertentu.

“Klo njenengan nyerang satu dapur terkesan njenengan pesanan, mas,” tulis Lyna dalam pesan singkatnya.

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, tim media kemudian mendatangi langsung lokasi dapur SPPG Jepon 1 Seso guna menanyakan kondisi terbaru terkait kewajiban pemasangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), termasuk memastikan apakah fasilitas tersebut telah tersedia di dapur tersebut.

Namun saat tiba di lokasi, tidak terlihat satu pun petugas yang berjaga. Tim media sempat menunggu beberapa saat dan mencoba menghubungi pihak pengelola melalui sambungan telepon, tetapi tidak mendapatkan respons.

Setelah kembali dari lokasi, tim media kembali mengirimkan sejumlah pertanyaan melalui pesan WhatsApp terkait keberadaan IPAL di dapur SPPG Jepon 1 Seso.

Menanggapi hal tersebut, Lyna menjelaskan bahwa instalasi pengolahan air limbah sebenarnya sudah tersedia. Namun hingga saat ini pemasangannya belum dilakukan karena mempertimbangkan aktivitas operasional dapur yang masih berjalan.

Polemik ini memunculkan pertanyaan publik terkait standar operasional dapur dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, terutama menyangkut aspek sanitasi, pengelolaan limbah, serta pengawasan dari pihak terkait agar program yang ditujukan untuk pemenuhan gizi siswa benar-benar berjalan sesuai ketentuan.

( Dwi s )


Share

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *