Mengejutkan ! Uang Miliaran Diduga Habis Hanya Untuk Snack di Setda Tapsel

Share

Tapanuli Selatan – Korps Muda Indonesia (KIM) Tapanuli Selatan membongkar dugaan kejanggalan serius dalam belanja Natura dan Pakan Natura di Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun Anggaran 2025 yang nilainya ditaksir mencapai sekitar Rp2 miliar lebih.

 

Anggaran fantastis tersebut disebut hanya digunakan untuk pengadaan kebutuhan konsumsi sederhana seperti air minum kemasan, gula, teh, dan makanan ringan. Bolu; Kitkat; Pop Mie; Kopi Arabica, Aqua Galon, Susu Bear Brand; Teh Celup; Gula Semut; Kuping Gajah, Milo, Oreo, Aqua Mini, Pocari, Biskuit Monde, Wafer Beng-beng, Permen Ginger, Susu tujuh kurma, Permen Kopiko, Lumpia Udang, Pocky, Susu Kental Manis.

 

“Pertanyaannya, apakah benar Setda menghabiskan anggaran hingga miliaran rupiah hanya untuk air minum dan snack?” ujar sekretaris Korps Indonesia Muda (KIM) Adi Saputra Hasibuan.

 

Berdasarkan penelusuran terhadap data Rencana Umum Pengadaan (RUP), Korps Indonesia Muda (KIM) menemukan pola pengadaan yang dinilai tidak lazim. Paket belanja dengan jenis barang serupa diduga dipecah menjadi banyak paket kecil dengan nilai bervariasi, namun tetap berada dalam lingkup satu satuan kerja dan tahun anggaran yang sama. Pola ini memunculkan dugaan kuat adanya praktik pemecahan paket untuk tujuan tertentu.

 

“Ini bukan sekadar belanja biasa. Polanya berulang, barangnya sama, tapi paketnya dipecah-pecah. Ini patut diduga sebagai upaya menghindari kontrol dan membuka ruang permainan,” tegasnya.

 

Tak hanya itu, spesifikasi teknis dalam sejumlah paket pengadaan juga ditemukan minim bahkan nyaris kosong. Kondisi tersebut dinilai membuka celah besar terhadap potensi manipulasi, baik dari sisi harga maupun volume barang.

 

Korps Indonesia Muda (KIM) uga menyoroti munculnya sejumlah nama penyedia yang diduga terlibat, diantaranya CV SM, Ade Toserba, dan UD Lestari. Ketiga penyedia tersebut disebut-sebut muncul berulang dalam paket pengadaan dengan jenis barang yang hampir identik.

 

“Kalau penyedianya itu-itu saja, sementara paketnya dipecah, maka wajar publik curiga ada pengondisian. Ini harus dibuka terang,” ujarnya.

 

Lebih jauh Adi Saputra Hasibuan mempertanyakan apakah seluruh pengadaan tersebut benar-benar direalisasikan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan, atau hanya bersifat administratif di atas kertas.

 

“Jangan sampai anggaran besar hanya habis di dokumen, sementara barangnya tidak pernah benar-benar ada. Ini yang harus diaudit,” tambahnya.

 

KIM mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap belanja natura dan pakan natura tersebut, termasuk menelusuri legalitas penyedia, kesesuaian mekanisme pengadaan, serta realisasi fisik barang di lapangan.

 

Jika ditemukan indikasi kerugian negara, kami memastikan akan membawa persoalan ini ke aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.

 

“Ini uang rakyat. Tidak boleh dikelola dengan cara-cara yang menimbulkan kecurigaan publik. Kami akan kawal sampai tuntas,” pungkasnya.

(Adi)


Share

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *