TANGERANG – Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, menggelar acara lepas sambut Lurah Gembor di halaman parkir Kantor Kelurahan Gembor, Selasa (11/8/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi momentum pergantian kepemimpinan di Kelurahan Gembor, dengan berakhirnya masa tugas Nurdin, S.Ip., M.Ip. sebagai Lurah Gembor dan dimulainya kepemimpinan Samsul Rais, S.Sos. sebagai lurah yang baru.
Acara berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh keakraban. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Periuk Andhika Nugraha Krisyna Murti, S.STP., M.Si., jajaran pejabat Kecamatan Periuk, tokoh masyarakat, perwakilan lembaga kemasyarakatan, serta warga Kelurahan Gembor.
Dalam sambutannya, Lurah Gembor Samsul Rais menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program dan capaian positif yang telah dilakukan oleh lurah sebelumnya.
Menurut Samsul, pergantian kepemimpinan bukan berarti menghentikan program yang sudah berjalan. Sebaliknya, capaian yang dinilai baik akan dipertahankan dan dikembangkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kelurahan Gembor agar semakin maju, nyaman, bersih, dan mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas.
Salah satu fokus utama Samsul dalam masa awal kepemimpinannya adalah program 100 hari kerja, dengan peningkatan kualitas pelayanan masyarakat menjadi salah satu prioritas.
“Pelayanan adalah prioritas utama. Kami akan menerapkan sistem pelayanan jemput bola agar warga semakin dimudahkan dan tidak perlu repot bolak-balik ke kantor,” ujar Samsul.
Selain peningkatan pelayanan publik, Samsul juga menyoroti persoalan banjir dan pengelolaan persampahan yang menjadi salah satu pekerjaan rumah di wilayah Kelurahan Gembor.
Ia mengatakan, pihak kelurahan akan berupaya mengoptimalkan kebersihan lingkungan, termasuk melakukan pembersihan saluran air serta memperkuat kolaborasi dengan masyarakat.
“Kami akan mengoptimalkan pembersihan saluran air, menata pengelolaan sampah, serta mengajak warga bersama-sama menjaga lingkungan agar Kelurahan Gembor bebas banjir dan bersih dari sampah,” tegasnya.
Menurut Samsul, pembangunan wilayah tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah kelurahan. Diperlukan keterlibatan aktif masyarakat, tokoh lingkungan, lembaga kemasyarakatan, serta seluruh unsur terkait.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Kelurahan Gembor untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan, keamanan, serta mendukung berbagai program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah.
Sementara itu, Camat Periuk Andhika Nugraha menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Nurdin, S.Ip., M.Ip., atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjalankan tugas sebagai Lurah Gembor.
Kepada lurah yang baru, Andhika berpesan agar Samsul Rais dapat meneruskan berbagai program positif yang telah berjalan sekaligus melakukan pembenahan terhadap sektor-sektor yang masih membutuhkan perhatian.
Andhika juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang kuat antara pemerintah kelurahan dengan masyarakat.
“Penting untuk terus membangun komunikasi dan koordinasi yang kuat, baik di lingkungan internal kelurahan maupun dengan seluruh elemen masyarakat. Dukungan luar biasa dari warga adalah kekuatan kita bersama. Jalankan seluruh program dan kegiatan secara maksimal demi mewujudkan pelayanan prima bagi masyarakat,” pesan Andhika.
100 Hari Pertama Jadi Ujian Kepemimpinan Baru
Dengan dimulainya kepemimpinan Samsul Rais, harapan besar kini diarahkan kepada pemerintahan Kelurahan Gembor agar mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, responsif, transparan, serta semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Program 100 hari kerja menjadi salah satu momentum penting untuk melihat sejauh mana komitmen tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk kerja nyata.
Tantangan pun tidak sedikit. Persoalan pelayanan publik, kebersihan lingkungan, persampahan hingga banjir membutuhkan penanganan yang tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan.
Kini, kepemimpinan baru Samsul Rais di Kelurahan Gembor memasuki babak baru. Warga tentunya berharap berbagai program yang sudah berjalan dapat terus dipertahankan, sementara sektor yang masih membutuhkan pembenahan dapat segera mendapat perhatian.
Seratus hari pertama akan menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa pelayanan yang dekat dengan masyarakat bukan sekadar slogan, melainkan benar-benar diwujudkan melalui kerja nyata.
(Redaksi)


