SEMARANG | AlapalapNews.com — Dukungan moral terhadap Bupati Pati nonaktif Sudewo mengalir deras. Sekitar 1.200 massa dari berbagai kalangan masyarakat Kabupaten Pati mendatangi kawasan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (5/10/2026), untuk memberikan dukungan saat Sudewo menjalani sidang ke-23 dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau pledoi.
Massa datang menggunakan sekitar 20 bus. Sejak pagi, para pendukung mulai memadati kawasan pengadilan dengan membawa spanduk dan atribut dukungan. Kehadiran mereka menjadi bentuk solidaritas sekaligus harapan agar Sudewo mendapatkan keadilan dalam proses hukum yang sedang dijalaninya.
Kegiatan diawali sekitar pukul 09.00 WIB dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan doa bersama dan pembacaan shalawat. Suasana berlangsung khidmat, mencerminkan harapan para pendukung terhadap masa depan Sudewo dan Kabupaten Pati.
Bagi para pendukung, kehadiran di Semarang bukan sekadar menunjukkan loyalitas, melainkan juga menyampaikan aspirasi agar proses persidangan berjalan secara transparan, objektif, dan berlandaskan fakta serta ketentuan hukum yang berlaku.
Harapan Massa: Sudewo Mendapatkan Putusan yang Adil
Agenda pledoi menjadi momen penting bagi pihak terdakwa untuk menyampaikan pembelaan terhadap dakwaan dan fakta-fakta yang telah dibahas selama persidangan. Para pendukung berharap majelis hakim mempertimbangkan seluruh fakta dan argumentasi hukum sebelum menjatuhkan putusan.
Sebagian massa berharap Sudewo dapat memperoleh putusan bebas apabila majelis hakim menilai unsur-unsur dakwaan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Harapan tersebut disampaikan sebagai aspirasi pendukung, sedangkan keputusan sepenuhnya menjadi kewenangan majelis hakim.
Dukungan yang datang dari berbagai kalangan masyarakat itu juga membawa harapan agar pembangunan Kabupaten Pati dapat terus berjalan dengan baik, pelayanan publik semakin meningkat, serta kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas.
Meski dukungan terus mengalir, proses hukum harus tetap dihormati. Seluruh pihak diharapkan memberikan ruang bagi majelis hakim untuk memutus perkara secara independen berdasarkan fakta persidangan dan hukum yang berlaku.
Sidang pledoi Sudewo pun menjadi perhatian masyarakat Pati. Di tengah besarnya dukungan yang hadir di Semarang, harapan utama para pendukung adalah tegaknya keadilan dan lahirnya putusan yang sesuai dengan hukum.
( Dwi s )


