TANGERANG – Kepedulian terhadap kondisi ekonomi masyarakat mendorong Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi Partai Demokrat, Asep Hidayat, melakukan kunjungan kerja sekaligus meninjau aktivitas perdagangan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, salah satu pusat distribusi pangan terbesar di Indonesia.
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung pengelolaan pasar, rantai distribusi kebutuhan pokok, serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
Pasar Induk Kramat Jati berada di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya, badan usaha milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memiliki peran penting dalam pengelolaan pasar dan mendukung aktivitas perdagangan kebutuhan pokok.
Menurut Asep Hidayat, pengelolaan pasar yang profesional, didukung sistem manajemen yang baik, dapat menjadi salah satu contoh dalam memperkuat tata kelola pasar sekaligus menjaga ketersediaan kebutuhan pangan masyarakat.
Ia menilai, pengelolaan pasar tidak hanya berkaitan dengan aktivitas jual beli, tetapi juga menyangkut keberlangsungan usaha para pedagang, distribusi bahan pangan, dan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di balik aktivitas perdagangan yang berlangsung di pasar induk tersebut, Asep menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang dinilainya semakin menantang.
Menurutnya, masyarakat saat ini menghadapi berbagai tekanan ekonomi. Kesempatan mencari penghasilan tidak selalu mudah, sejumlah pelaku usaha menghadapi kesulitan, pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi kekhawatiran, sementara daya beli masyarakat masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.
Di sisi lain, kebutuhan pangan merupakan kebutuhan mendasar yang tidak dapat ditunda. Karena itu, kestabilan harga dan kelancaran distribusi bahan pokok menjadi hal penting yang harus diperhatikan oleh pemerintah.
“Keprihatinan kita adalah melihat kondisi rakyat yang semakin berat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Mencari uang tidak mudah, usaha menghadapi berbagai tantangan, PHK menjadi kekhawatiran, sementara kebutuhan pangan terus harus dipenuhi,” ujar Asep dalam keterangannya.
Ia menegaskan, persoalan ekonomi masyarakat tidak boleh hanya dilihat melalui angka dan laporan, tetapi juga harus dipahami dari kehidupan sehari-hari warga yang berjuang memenuhi kebutuhan keluarganya.
Dalam kunjungan tersebut, perhatian juga diarahkan pada berbagai komoditas pangan, mulai dari produk hortikultura, beras, daging, hingga kebutuhan pokok lainnya.
Asep menilai, pengelolaan pasar yang baik perlu diiringi dengan pengawasan distribusi dan upaya menjaga keterjangkauan harga. Dengan demikian, kepentingan pedagang dan konsumen dapat berjalan beriringan.
Menurutnya, pasar yang dikelola secara profesional berpotensi memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya bagi pengelola dan pelaku usaha, tetapi juga bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada ketersediaan bahan pangan.
Ia juga menyoroti pentingnya langkah nyata untuk memperkuat ekonomi rakyat di tengah dinamika perekonomian nasional dan global, termasuk gejolak nilai tukar, pergerakan pasar keuangan, serta berbagai tekanan terhadap kegiatan usaha.
“Kalau Tidak Memikirkan Nasib Rakyat, Untuk Apa Jadi Wakil Rakyat?”
Bagi Asep Hidayat, kunjungan kerja bukan sekadar agenda formal atau kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menjadi sarana menyerap pengalaman, melihat persoalan secara langsung, dan mencari pelajaran yang dapat diterapkan demi kepentingan masyarakat.
“Kalau kita tidak prihatin dan tidak memikirkan nasib serta taraf hidup rakyat, untuk apa menjadi wakil rakyat?” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa jabatan sebagai wakil rakyat harus disertai tanggung jawab moral untuk memperjuangkan kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Ia berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat upaya menjaga ketersediaan pangan, mengendalikan tekanan harga, membuka peluang kerja, serta mendukung keberlangsungan usaha masyarakat.
Asep juga menyampaikan harapannya agar kondisi ekonomi bangsa segera membaik sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan yang lebih layak, memperoleh penghasilan yang mencukupi, dan memenuhi kebutuhan keluarganya tanpa terus dibayangi kesulitan ekonomi.
“Semoga Allah SWT memberikan jalan keluar dan keajaiban bagi bangsa ini, sehingga rakyat kita bisa hidup berkecukupan, sejahtera, dan merasakan kehidupan yang layak,” ungkapnya.
(Redaksi)
Kunjungi Pasar Induk Kramat Jati, Asep Hidayat Soroti Ekonomi Rakyat: “Untuk Apa Jadi Wakil Rakyat Kalau Tak Peduli?


