Perkuat Revalidasi UGG 2026 : PHIG Bondowoso Gandeng Pendidik Berprestasi Tulis Buku Geoeducation

Share

Alapalapnews.com, Bondowoso – Upaya terpadu untuk mengintegrasikan nilai-nilai luhur Ijen Geopark ke dalam sistem pendidikan di Kabupaten Bondowoso semakin terwujud nyata. Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso mengambil langkah progresif dengan menggandeng guru dan kepala sekolah berprestasi untuk merumuskan buku “Geoeducation”.

Inisiatif literasi ini merupakan bagian integral dari kegiatan “Pengembangan Guru dan Kepala Sekolah Berprestasi melalui Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM)” yang berlangsung pada 28-30 Oktober 2025. Proyek ini bertujuan untuk mendokumentasikan praktik terbaik para pendidik dalam mengimplementasikan tiga pilar utama Ijen Geopark—konservasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat—dalam kurikulum harian.

Proses penulisan buku ini dipandu langsung oleh Mohammad Hairul, M.Pd, seorang Instruktur Nasional Literasi Baca-Tulis. Ia memimpin sesi kunci bertajuk, “Menulis dari Pengalaman: Membangun budaya literasi Geopark dalam GSM”, yang secara spesifik membekali peserta dengan keterampilan menulis yang efektif.

“Sesi ini dirancang khusus untuk memampukan para pendidik mengaplikasikan pengalaman mereka ke dalam tulisan yang berdampak. Ini adalah kelanjutan dari sukses proyek sebelumnya yang telah melahirkan buku ‘Dari Guru untuk Ijen Geopark’,” jelas Tantri Raras Ayuningtyas, Ketua PHIG Kabupaten Bondowoso.

Buku “Geoeducation” diharapkan tidak hanya menjadi koleksi tulisan, tetapi juga menjadi referensi utama bagi seluruh pendidik di Bondowoso. Tujuannya adalah memastikan bahwa kekayaan warisan geologi, biologi, dan kultural Ijen Geopark dapat diinternalisasi dan dihidupkan dalam setiap kegiatan belajar mengajar, bukan sekadar dipahami sebagai konsep teoretis.

Kolaborasi strategis antara DISPARBUDPORA Bondowoso, Tim GSM, dan PHIG ini memiliki peran krusial. Karya literasi dari tangan para guru dan kepala sekolah berprestasi ini dinilai sebagai kontribusi signifikan untuk memperkuat posisi Ijen Geopark dalam rangka persiapan revalidasi sebagai UNESCO Global Geopark (UGG) pada tahun 2026.

“Melalui penulisan buku ini, kami ingin memperkuat integrasi nilai-nilai Ijen Geopark di semua jenjang dan mata pelajaran. Kita memiliki kesepakatan bersama bahwa kearifan lokal yang terkandung dalam situs-situs Ijen Geopark wajib kita wariskan kepada generasi penerus melalui jalur pendidikan,” tutup Mohammad Hairul.

(Saiful Khamisì)

 


Share

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *