Medan, Alapalapnews.com– Pertamina memastikan akan menambah jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi 24 jam di Sumatera Utara guna mengurai antrean panjang yang terjadi di banyak lokasi.
Kebijakan tersebut disampaikan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, usai mengikuti rapat darurat penanganan bencana bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution di Kantor.Rabu (3/12/2025).
“Di Medan saat ini ada 90 SPBU, 40 di antaranya beroperasi 24 jam. Hasil rapat tadi, akan kita tambah menjadi sekitar 60 SPBU yang buka 24 jam, dan jika memungkinkan akan kita tingkatkan hingga 90,” ujar Ega.
Ia menegaskan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk Kota Medan berada dalam kondisi aman. Dua kapal pengangkut BBM telah bersandar di terminal BBM Medan untuk memenuhi kebutuhan distribusi.
“Stok di terminal Medan aman. Dengan tambahan dua kapal yang sudah bersandar, kami optimis. Untuk mengurangi antrean, SPBU yang beroperasi 24 jam akan segera kita tambah,” jelas Ega.
BBM ke Medan dan Sibolga Mulai Didorong Masuk
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa penyaluran BBM ke wilayah Medan dan Sibolga akan mulai dipercepat. Selama ini suplai BBM terhambat akibat akses jalan yang terdampak bencana.
“Mulai malam ini kita upayakan BBM masuk. Selama ini sudah masuk ke Medan, tapi terhambat persoalan jalan. Malam ini kita cari cara agar BBM dari Pelabuhan Belawan bisa masuk,” ujar Bahlil.
Ia juga meminta Pertamina Patra Niaga untuk mengaktifkan lima SPBU dan mengoperasikannya selama 24 jam tanpa penggunaan barcode selama masa darurat demi memperlancar distribusi.
“Tadi Patra Niaga baru mengaktifkan tiga SPBU, kita minta ditambah menjadi lima dan beroperasi 24 jam. Tidak perlu pakai barcode. Namun saya mohon kepada masyarakat agar tidak menyalahgunakan kebijakan ini. Gunakan sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Sinergi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan Pertamina diharapkan dapat mempercepat normalisasi distribusi BBM di wilayah terdampak.
(Dandi Pratama)


