Rencana tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (Milad) ke-9 LIN yang berlangsung di Hotel Sunlake, Sunter, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026). Momentum ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi organisasi dan evaluasi perjalanan LIN selama sembilan tahun.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LIN, Gus Robi Irawan Wiratmoko, mengungkapkan bahwa perjalanan organisasi yang dipimpinnya dibangun melalui proses panjang dengan mengedepankan kemandirian, soliditas, serta komitmen para kader.
Ia menyebut, sejak awal berdiri, LIN dikembangkan secara mandiri tanpa dukungan pendanaan dari partai politik maupun kelompok usaha besar.
“Sembilan tahun lalu saya memberanikan diri mendaftarkan LIN melalui notaris. Perjalanannya tidak mudah. Pergerakan kita tidak dibiayai siapa pun, tidak oleh partai politik maupun konglomerat,” ungkap Gus Robi di hadapan para pengurus dan tamu undangan.
Peringatan Milad ke-9 tersebut dihadiri jajaran pengurus DPP, Dewan Penasihat, Dewan Pembina, serta sejumlah tokoh undangan, di antaranya Brigjen Victor dan mantan Ketua Umum DPP Partai Berkarya, Neneng Astuti atau Neneng A. Tuty.
Dalam kesempatan itu, Gus Robi menegaskan bahwa penguatan manajemen dan konsolidasi internal menjadi prioritas utama untuk memastikan organisasi semakin profesional dan memiliki kapasitas yang lebih baik.
Saat ini, LIN disebut telah memiliki jaringan kepengurusan di 10 provinsi di Indonesia. Ke depan, organisasi akan memfokuskan perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembenahan tata kelola, serta penguatan kapasitas para kader.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, LIN telah mengajukan sekitar 500 kader untuk mengikuti program pendidikan dan sertifikasi kader investigasi. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kompetensi dasar investigasi para anggota ketika menjalankan tugas di lapangan.
Tidak hanya memperkuat jaringan di dalam negeri, LIN juga mulai mengarahkan langkah organisasi menuju kerja sama lintas negara.
Agenda tersebut dijadwalkan melalui pertemuan khusus di Malaysia pada 6 November 2026, yang rencananya melibatkan perwakilan dari enam negara lainnya.
Dalam pertemuan internasional tersebut, LIN berencana memperkenalkan sejumlah gagasan kerja sama strategis, terutama yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Langkah ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi perluasan jejaring organisasi sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam berbagai bidang yang memiliki manfaat bagi masyarakat.
Selain agenda ekspansi internasional, Gus Robi juga menginstruksikan jajaran Mandala untuk mempersiapkan pertemuan secara daring pada pertengahan November 2026.
Pertemuan tersebut dirancang sebagai forum pembahasan dan pematangan program kerja organisasi ke depan, termasuk menyelaraskan berbagai agenda kelembagaan dengan komitmen mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran agar senantiasa menjaga kekompakan, meningkatkan keseriusan dalam menjalankan roda organisasi, serta menghindari konflik internal yang berpotensi menghambat pencapaian tujuan bersama.
Menurutnya, soliditas dan kedisiplinan merupakan modal penting dalam membangun organisasi yang kuat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Peringatan Milad ke-9 menjadi momentum penting bagi Lembaga Investigasi Negara untuk melakukan evaluasi sekaligus mempersiapkan langkah transformasi organisasi menuju jangkauan yang lebih luas.
Melalui penguatan jaringan nasional, peningkatan kompetensi kader, serta rencana ekspansi internasional ke Malaysia dan enam negara lainnya, LIN menargetkan pengembangan organisasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Dengan semangat sembilan tahun perjalanan, LIN diharapkan tidak hanya mampu memperkuat eksistensinya di tingkat nasional maupun internasional, tetapi juga menghadirkan program dan kontribusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Penulis: ( Hendra Gunawan)
Editor:( redaksi)


