Tapanuli Selatan – Proyek pembangunan pagar Poskesdes Sirame Ramean Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapanuli Selatan membuat publik bertanya-tanya soal keberadaan proyek pembangunan yang diduga menggunakan skema dana luncuran APBD tahun 2026. Namun hingga kini fisiknya dipertanyakan di lapangan.
Proyek tersebut tercatat dalam sistem pengadaan dengan nilai sekitar Rp130 juta lebih melalui mekanisme pengadaan langsung (non-tender). Namun, dari penelusuran awal di lapangan, tidak ditemukan tanda-tanda pekerjaan yang sudah berjalan di lokasi tersebut.
Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar, apakah proyek benar-benar berjalan atau hanya tercatat dalam sistem administrasi. Apalagi proyek tersebut tercatat dalam skema dana luncuran APBD Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Selatan TA 2026, meski sumber anggarannya berasal dari tahun sebelumnya.
Selain soal fisik pekerjaan, mekanisme pengadaan langsung juga menjadi perhatian. Nilai penawaran yang hampir sama dengan HPS dinilai perlu klarifikasi, terutama terkait proses negosiasi harga
transparansi penunjukan penyedia
potensi minimnya persaingan
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Selatan dr. Sri Khairunnisa belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.
Jika benar pekerjaan tidak dilaksanakan namun tercatat dalam sistem anggaran, maka hal ini berpotensi menjadi perhatian serius dalam aspek administrasi hingga hukum pengelolaan keuangan daerah.


