17 Dapur MBG Disetop, LIRA Aceh Dorong Pemerintah Buka Data ke Publik

Share

ACEH TENGGARA – Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Aceh menyoroti penghentian operasional 17 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional.

Penghentian ini dilakukan karena sejumlah dapur dinilai belum memenuhi standar infrastruktur dan mutu gizi. Selain operasional, penyaluran dana bantuan juga untuk sementara dihentikan.

Aktivis LIRA Aceh Tenggara, M. Saleh Selian, menilai langkah tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam pelaksanaan program di lapangan.

“Kalau standar dasar belum terpenuhi, artinya ada yang perlu dievaluasi secara serius dalam sistem pengelolaannya,” kata Saleh, Kamis (16/4).

Menurutnya, program MBG merupakan program strategis yang berkaitan langsung dengan kebutuhan gizi masyarakat, sehingga pelaksanaannya harus memenuhi standar yang telah ditetapkan.

LIRA mendorong pemerintah tidak hanya melakukan penghentian sementara, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan pengelolaan dapur SPPG.

Selain itu, LIRA juga meminta adanya transparansi kepada publik terkait temuan di lapangan dan langkah perbaikan yang akan dilakukan.

“Publik perlu tahu apa yang terjadi dan bagaimana perbaikannya ke depan,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional menyatakan penghentian operasional ini bersifat sementara. Dapur SPPG dapat kembali beroperasi setelah seluruh kekurangan diperbaiki dan diverifikasi sesuai ketentuan.

LIRA menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus ini guna memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.


Share

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *