Tapanuli Selatan – Mekanisme distribusi pupuk bersubsidi di Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, menjadi perhatian setelah muncul sorotan terkait kesesuaian antara data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dengan realisasi penyaluran di lapangan.
RDKK yang menjadi dasar utama penentuan alokasi pupuk bersubsidi merupakan data yang disusun oleh kelompok tani, diverifikasi oleh penyuluh pertanian, dan direkap di tingkat kecamatan sebelum dijadikan dasar penyaluran pupuk bersubsidi secara nasional.
Namun dalam praktiknya, sejumlah pihak mempertanyakan apakah realisasi penyaluran pupuk di tingkat kios telah sepenuhnya sesuai dengan data RDKK yang telah ditetapkan sebelumnya.
Selain itu, perhatian juga tertuju pada mekanisme distribusi dari distributor ke kios resmi di wilayah Angkola Selatan, termasuk sistem pencatatan, pengawasan stok, serta potensi selisih antara kuota yang dialokasikan dengan pupuk yang benar-benar tersalurkan kepada petani.
Informasi yang dihimpun di lapangan, Rabu (22/4/2026), menyebutkan adanya pihak yang diduga tidak memiliki kapasitas teknis namun turut terlibat dalam proses pengumpulan RDKK di tingkat kelompok. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat terkait akurasi dan validitas data yang digunakan sebagai dasar penyaluran pupuk bersubsidi.
Seperti diketahui, program pupuk bersubsidi merupakan bagian dari kebijakan nasional yang dikelola oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan disalurkan melalui sistem terintegrasi bersama holding pupuk nasional PT Pupuk Indonesia (Persero), dengan tujuan mendukung produktivitas sektor pertanian serta menjaga keterjangkauan harga pupuk bagi petani.
Kepala BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) Kecamatan Angkola Selatan, Edison Lumban Gaol, saat dikonfirmasi membenarkan adanya keterlibatan seorang masyarakat dalam proses pengumpulan RDKK. Namun, ia menyampaikan bahwa dirinya masih berada di luar daerah.
“Saya lagi di Medan, nanti pulang dulu baru kita bicarakan,” ujarnya singkat.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan serta distributor terkait kesesuaian data RDKK dan realisasi distribusi pupuk di Kecamatan Angkola Selatan.
Sejumlah pihak berharap dilakukan evaluasi dan sinkronisasi data secara berkala guna memastikan penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran sesuai ketentuan, serta menghindari potensi ketidaksesuaian antara data administrasi dan kondisi riil di lapangan.


