Pemda dan Pedagang Pasar Cisoka Sepakat Tempuh Jalur Dialog

Share

Kabupaten Tangerang – Sejumlah pedagang Pasar Cisoka yang sebelumnya berencana menggelar aksi demonstrasi dan menyampaikan aspirasi di depan Gedung Bupati Tangerang, Jalan H. Somaatmadja, Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kamis (4/6/2026), akhirnya menunda aksi tersebut setelah mendapat penjelasan langsung dari Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Sejak pagi, para pedagang telah berkumpul dan bersiap menyampaikan berbagai tuntutan serta aspirasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang. Namun di tengah kerumunan massa, Camat Cisoka Sumartono, S.STP., M.Si. turun langsung menemui para pedagang untuk memberikan penjelasan terkait kondisi pimpinan daerah.

Dalam keterangannya, Sumartono menyampaikan bahwa Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, sedang menjalankan tugas di luar daerah sehingga tidak dapat menerima aspirasi para pedagang pada hari tersebut.

“Kami menyampaikan pesan dari pimpinan bahwa Bapak Bupati saat ini sedang melaksanakan tugas luar daerah. Beliau meminta agar rencana penyampaian aspirasi hari ini ditunda dan akan menerima langsung perwakilan pedagang dalam audiensi yang dijadwalkan pada Selasa, 9 Juni 2026,” ujar Sumartono.

Dalam kesempatan itu, Camat Cisoka didampingi Kapolsek Cisoka AKP Aditya, jajaran Koramil Cisoka, perwakilan Pemerintah Kabupaten Tangerang, Direktur Operasional Perumda NKR Abdul Haer, S.IP., mantri pasar, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Sumartono menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang tetap mengedepankan pendekatan persuasif dalam menangani persoalan para pedagang. Menurutnya, Pemkab telah menyediakan ruang dagang yang masih tersedia di Pasar Cisoka untuk menampung para pedagang eks TPPS.

“Setelah berbagai kemudahan dan tahapan sesuai prosedur diberikan, kami tetap mengedepankan sosialisasi secara persuasif. Namun demikian, langkah-langkah tegas juga akan dilakukan sesuai ketentuan. Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan ruang dagang yang masih tersedia di Pasar Cisoka untuk para pedagang eks TPPS,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Operasional Perumda NKR, Abdul Haer, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang sejak sebelum Hari Raya Idulfitri. Bahkan, Perumda NKR membuka layanan konsultasi bagi para pedagang yang akan direlokasi ke Pasar Cisoka.

“Kami telah melakukan sosialisasi sejak jauh hari, bahkan sebelum Hari Raya. Kami juga membuka layanan konsultasi bagi pedagang eks TPPS yang akan menempati ruang dagang yang telah disiapkan di Pasar Cisoka. Seluruh langkah yang telah ditempuh akan menjadi bahan pertimbangan pimpinan saat audiensi nanti,” ungkap Abdul Haer.

Di sisi lain, perwakilan pedagang Pasar Cisoka yang akrab disapa Kang Nana menegaskan bahwa para pedagang tidak membatalkan perjuangan mereka, melainkan hanya menunda penyampaian aspirasi hingga jadwal audiensi yang telah ditetapkan.

“Hari ini kami bukan membatalkan perjuangan ataupun membatalkan penyampaian aspirasi, keluhan, dan tuntutan. Kami hanya menunda karena telah mendapat penjelasan dari Pak Camat, Kapolsek, Babinsa, perwakilan Pemda, Perumda NKR, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang hadir di sini,” ujarnya.

Kang Nana berharap audiensi yang dijadwalkan pada 9 Juni 2026 dapat menjadi momentum untuk menemukan solusi atas berbagai persoalan yang selama ini diperjuangkan oleh para pedagang Pasar Cisoka.

“Kami berharap pada pertemuan nanti seluruh aspirasi dan tuntutan pedagang dapat didengar dan mendapatkan solusi yang terbaik,” pungkasnya.

(Redaksi)


Share

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *