Alapalapnews.com I BATAM KEPRI – PT Batam Bintan Telekomunikasi (BBT) merayakan momentum tiga
dekade perjalanannya di Batam dengan menggelar perayaan bertajuk “30 Tahun
Menghubungkan Batam: Sinergi Infrastruktur dan Transformasi Digital” yang turut dihadiri
pelanggan, mitra strategis, serta media lokal, ekonomi, dan teknologi. Perusahaan
telekomunikasi B2B yang berdiri sejak 1996 ini mengawali perjalanannya dengan kabel telepon
analog untuk melayani kawasan industri Batamindo, dan kini tumbuh menjadi salah satu tulang punggung konektivitas di Batam.
Selama 30 tahun beroperasi, BBT terus memperluas kapasitas jaringan fiber optiknya yang kini menjangkau lebih dari 80.000 home pass di 8.000 rumah di Batam dan Bintan, dengan lebih dari 100 klien korporat lintas sektor manufaktur dan industri. Sejak 2017, BBT juga merambah
pasar nasional lewat merek Ofon, menjangkau kota-kota besar seperti Jabodetabek, Kepulauan
Riau, hingga kota-kota lain seperti Bandung, Surabaya, Medan, dan Palembang.
Salah satu tonggak paling penting dalam perjalanan tersebut terjadi pada 2023, ketika BBT bersama penyelenggara telekomunikasi seluler menghadirkan jaringan Private 5G pertama di Asia Tenggara untuk mendukung Smart Manufacturing di Kawasan Industri Batamindo, melalui penyediaan infrastruktur tower dan fiber optik yang memenuhi standar jaringan 5G. Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam mendorong transformasi digital industri, sekaligus menegaskan komitmen BBT menghadirkan infrastruktur telekomunikasi yang andal, modern,dan berkelanjutan.
Bagi President Director BBT, Pratama Habibie, perayaan ini menjadi ruang untuk mempererat hubungan sekaligus merancang langkah ke depan bersama para pemangku kepentingan.
“Perayaan 30 tahun ini bukan sekadar mengenang perjalanan yang telah dilalui, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi bersama pelanggan, mitra, dan seluruh
stakeholder yang telah tumbuh bersama BBT dalam membangun ekosistem digital di Batam,” ujar Pratama.
Dari sisi pemasaran, Chief Marketing Officer BBT, Hery Kurniawan, melihat momen ini
sebagai kesempatan memperkuat kedekatan dengan mitra melalui pemahaman langsung terhadap peran infrastruktur telekomunikasi di lapangan.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dekat kepada para mitra dengan
memperlihatkan bagaimana infrastruktur telekomunikasi bekerja di balik operasional berbagai sektor industri.
Kolaborasi yang dibangun melalui pemahaman bersama akan menjadi fondasi
penting bagi transformasi digital ke depan,” ujar Hery.
Di tingkat kawasan, General Manager Kepulauan Riau BBT, Hengki Firman, menyebut
momentum ini sebagai ajang memperkuat daya saing Batam lewat kolaborasi lintas pihak.
“Semangat kolaborasi yang terbangun melalui acara ini diharapkan dapat terus mendorong lahirnya inovasi dan memperkuat daya saing Batam sebagai kawasan industri dan pusat
pertumbuhan ekonomi digital,” ujar Hengki.
Infrastruktur Digital, Fondasi Investasi Batam Momentum 30 tahun ini juga menegaskan posisi Batam sebagai kawasan strategis dalam peta
investasi digital di Indonesia. Sebagai bagian dari Segitiga Pertumbuhan SIJORI (Singapura–Johor–Riau), Batam berbatasan langsung dengan Singapura yang selama ini menjadi pusat data dan investasi digital di kawasan Asia Tenggara. Ketersediaan infrastruktur
telekomunikasi yang andal mulai dari jaringan fiber optik hingga kesiapan konektivitas 5G menjadi salah satu faktor penentu bagi investor asing maupun perusahaan multinasional dalam memilih Batam sebagai lokasi ekspansi manufaktur dan operasional bisnis mereka. Dengan lebih dari 100 klien korporat yang telah bergantung pada layanannya, BBT memposisikan diri
bukan hanya sebagai penyedia jaringan, melainkan sebagai bagian dari fondasi yang
menopang daya saing Batam di mata investor, sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem digital dan ekonomi kawasan secara berkelanjutan.
Tentang PT Batam Bintan Telekomunikasi (BBT)
BBT adalah penyedia infrastruktur dan layanan telekomunikasi yang berdiri sejak 1996 di Batam. Sejak 2017, BBT memperluas layanannya secara nasional melalui merek Ofon, melayani lebih dari 100 klien korporat dengan portofolio mulai dari jaringan tetap, internet, solusi
cloud, hingga infrastruktur pendukung konektivitas 5G.
(Ben Hasibuan)


